Tampilkan postingan dengan label bandarlive. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bandarlive. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Februari 2015

Tidak Masuk Skuat Inter di Liga Europa, Podolski Bermasalah



indolivescore77.blogspot.com - Inter Milan tak memasukkan nama Lukas Podolski ke dalam skuat mereka di Liga Europa. Hal ini ternyata tak membuat Podolski terkejut atau kecewa. Striker asal Jerman itu bisa menerimanya.

Podolski dipinjam Inter dari Arsenal di bursa transfer Januari lalu. Akan tetapi, dia hanya akan bermain di kompetisi domestik Italia saja, Serie A dan Coppa Italia. Dia tak akan diturunkan di kompetisi antarklub Eropa.

Dalam daftar skuat Liga Europa terbaru mereka, Inter tak mencantumkan nama Podolski. Nerazzurri memutuskan untuk memasukkan rekrutan baru lainnya, Xherdan Shaqiri, ke dalam skuat.

Podolski dan Shaqiri sebelumnya sudah tampil untuk Arsenal dan Bayern Munich di Liga Champions musim ini. Dalam aturan yang berlaku, klub cuma boleh memasukkan satu pemain yang sebelumnya sudah tampil di kompetisi UEFA lain ke dalam skuatnya. Inter pun akhirnya lebih memilih Shaqiri.

Bagi Podolski, hal ini bukanlah masalah besar. Dia dan Inter sudah pernah membahasnya dan telah mencapai kesepakatan.

"Kami tidak terkejut karena sejak awal sudah jelas bahwa dia tidak akan berpartisipasi di Liga Europa," kata agen Podolski, Nassem Touihri, seperti dikutip Football Italia.

"Kedua belah pihak telah mendiskusikannya dengan sangat jelas. Prioritas untuknya adalah Serie A," ujar Touihri.

Podolski sejuah ini telah tampil pada enam pertandingan bersama Inter. Belum ada gol yang disumbangkan penyerang 29 tahun itu.

Rabu, 04 Februari 2015

Van Gaal Nilai MU Bisa Tampil Lebih Baik, tapi Tetap Puas



www.indolivescore77.blogspot.com - Manchester United maju ke babak 16 besar Piala FA usai mengalahkan Cambridge United dalam laga replay. Manajer MU Louis van Gaal menilai timnya tampil tak bagus-bagus amat walaupun meraih kemenangan.

Juan Mata, Marcos Rojo, dan James Wilson menjebol gawang Cambridge ketika tim level empat kompetisi Inggris itu melawat ke Old Trafford, Rabu (4/2/2015) dinihari WIB. MU menang 3-0 dalam laga replay itu setelah sebelumnya berimbang 0-0 di markas Cambridge.

'Setan Merah' sebenarnya sempat dikejutkan oleh lawan di menit-menit awal, saat sebuah tembakan menghantam mistar gawang David De Gea menyusul sebuah kesalahan dari Daley Blind. Namun, setelah itu tuan rumah pegang kendali permainan.

Dalam catatan ESPN, MU unggul penguasaan bola 69% berbanding 31% atas Cambridge. The Red Devils juga membuat 27 tembakan dengan 12 di antaranya tepat sasaran, sedangkan Cambridge cuma mencatat tiga tembakan ke target dari sembilan percobaan.

"Saya pikir malam ini kami tidak memainkan pertandingan yang teramat bagus. Tapi selalu sulit menghadapi sebuah tim yang main defensif," ujar Van Gaal seperti dilansir BBC.

"Kami bisa saja bermain lebih baik lagi, tapi saya puas dengan hasil tersebut," imbuhnya. 

Di babak perempatfinal MU harus menyambangi markas tim level ketiga Inggris, Preston North End, pada 16 Februari mendatang.

Van Gaal Puji Pertahanan Rapi Cambridge



indolivescore77.blogspot.com - Manchester United tidak meraih kemenangan 3-0 atas Cambridge dengan mudah. Mereka sempat kesulitan untuk membongkar pertahanan Cambridge di 20 menit pertama laga.

Bermain dengan mayoritas pemain utama, United awalnya mengandalkan umpan-umpan panjang ke arah kotak penalti. Sasarannya adalah Marouane Fellaini, yang dipasang sebagai second striker untuk menemani Robin van Persie.

Namun, cara tersebut tidak sepenuhnya berhasil lantaran Cambridge bertahan amat dalam. Dengan mudah, bola-bola panjang ke kotak penalti dihalau oleh barisan pertahanan Cambridge.

United sempat mencoba peruntungan dengan melepaskan tendangan dari luar kotak penalti via Wayne Rooney. Namun, usaha kapten bernomor punggung 10 itu juga tidak membuahkan hasil.

Baru pada menit ke-25, United bisa memecah kebuntuan. Berawal dari serangan balik, bola diberikan kepada Angel Di Maria yang berada di sisi kiri.

Di Maria kemudian melepaskan umpan silang yang lantas disambut dengan sundulan oleh Fellaini di tiang jauh. Bola yang disundul oleh Fellaini lantas disambar oleh Juan Mata tepat di depan gawang Cambridge. Sampai di sini, taktik untuk memanfaatkan Fellaini sukses.

Unggul satu gol, United bermain lebih nyaman. Mereka kemudian memperbesar keunggulan pada menit ke-32 ketika umpan dari Van Persie ditanduk oleh Marcos Rojo

Di babak kedua, United memiliki lebih banyak peluang. Namun, performa apik dari kiper Cambridge, Chris Dunn, membuat pemain-pemain United berulang kali menemui kegagalan. Dunn beberapa kali juga mementahkan kans yang didapat Van Persie.

Sampai kemudian Van Persie digantikan oleh James Wilson di menit ke-66. Wilson adalah tipe penyerang yang sedikit berbeda dengan Van Persie. Jika Van Persie kerap menunggu di final third ataupun kotak penalti, dan hanya sesekali turun ke lini tengah, Wilson lebih sering turun untuk menjemput bola dan membawa sendiri bolanya sampai ke final third. Di luar itu, Wilson juga dikenal punya kecepatan.

Terbukti, cara bermain Wilson yang kerap turun terlalu dalam cukup merepotkan barisan pertahanan yang bertahan amat dalam. Wilson kemudian mencetak gol pada menit ke-74. Setelah menerima bola dari Ander Herrera di final third, dia lantas melepaskan sepakan kaki kiri dari luar kotak penalti. Kali ini, Dunn tidak mampu menyelamatkan gawangnya.

Manajer United, Louis van Gaal, puas dengan hasil ini, meski dia merasa seharusnya timnya bisa bermain lebih baik lagi. Di luar itu, dia memuji pertahanan Cambridge yang begitu rapi.

"Cambridge bermain dengan baik, mereka amat terorganisir dan mereka punya mental tangguh. Fans mereka juga luar biasa. Tapi, kami sudah melakukan apa yang harus kami lakukan," ujar Van Gaal seperti dilansir BBC.

Selanjutnya, United akan menghadapi Preston North End di babak perdelapanfinal. Laga tersebut akan dihelat pada 16 Februari 2015 di kandang Preston, Stadion Deepdale.

Di Piala FA musim ini, sudah dua kali United bertanding di kandang lawan. Dua kali mereka tampil tidak terlalu impresif. Ketika menghadapi Yeovil Town di babak ketiga, United sempat bermain monoton di babak pertama sebelum akhirnya mencetak dua gol di babak kedua dan menang 2-0. Juga ketika bertandang ke kandang Cambridge --di mana kedua tim akhirnya bermain 0-0 dan memaksa diadakan laga ulangan yang dihelat dinihari tadi.

Van Gaal pun meyakini, pertandingan di markas Preston tidak akan mudah. "Sekarang kami harus mengalahkan Preston dan itu tidak akan mudah. Mereka baru saja menang di kandang tim petarung di turnamen ini, Sheffield United. Jadi, pertandingan nanti tak akan mudah," ucap Van Gaal.

Montella: Fiorentina Superior atas Roma



www.indolivescore77.blogspot.com - Penampilan Fiorentina ketika mengalahkan AS Roma di perempatfinal Coppa Italia benar-benar memuaskan pelatihnya, Vincenzo Montella. Montella menyebut Fiorentina tampil superior atas Roma.

Fiorentina mendepak Roma dari arena Coppa Italia. Pada pertandingan babak perempatfinal di Olimpico, Rabu (4/2/2015) dinihari WIB, La Viola mengalahkan Giallorossi dengan skor 2-0. Dua gol tim tamu diborong oleh Mario Gomez.

Bagi Montella sendiri, kemenangan ini merupakan sebuah catatan spesial. Sejak menjadi pelatih, inilah kali pertama tim yang dilatihnya bisa mengalahkan Roma setelah tiga hasil imbang dan enam kekalahan pada laga-laga sebelumnya.

"Kami tampil sangat baik dan saya melihat sebuah tim Fiorentina yang superior atas Roma pada kedua babak. Jadi, kemenangan ini lebih dari sekadar layak," seru Montella kepada Rai Sport.

"Kami mengharapkan ini dari Gomez karena kami tahu dia amat mematikan di kotak penalti. Dia tidak harus selalu ikut dalam proses membangun serangan karena dia sangat penting di area penalti," tambah mantan striker Roma ini.

Pada laga ini, Fiorentina sudah tak diperkuat Juan Cuadrado yang dijual ke Chelsea di bursa transfer musim dingin. Peran Cuadrado diambil alih oleh pemain baru Alessandro Diamanti.

"Diamanti punya karakter meski dia berbeda dengan Cuadrado. Dia memiliki talenta besar dan kami harus memaksimalkannya," tutur Montella.

Di babak semifinal yang memakai format kandang-tandang, Fiorentina akan berhadapan dengan Juventus. Leg pertama akan digelar di Turin pada 4 Maret mendatang.

"Kami harus punya ambisi dan melihat ke depan. Tapi, sejauh ini kami sudah melakukan apa yang kami harapkan pada musim ini. Saya bangga bisa memimpin tim hebat ini, yang diisi oleh orang-orang spesial," kata Montella.

Tersingkir dari Coppa Italia, Roma Alihkan Fokus ke Serie A dan Liga Europa



www.indolivescore77.blogspot.com - Harapan AS Roma untuk terus melaju di ajang Coppa Italia pupus setelah mereka disingkirkan Fiorentina. I Lupi kini akan fokus ke dua kompetisi lainnya, Serie A dan Liga Europa.

Roma terhenti di babak perempatfinal Coppa Italia. Tampil di kandang sendiri, Olimpico, Rabu (4/2/2015) dinihari WIB, mereka dipaksa mengakui keunggulan Fiorentina dengan skor 0-2. Dua gol tim tamu tercipta pada babak kedua dan keduanya diborong oleh Mario Gomez.

"Kami bermain bagus pada babak pertama, tapi itu tak cukup untuk menang," tutur pelatih Roma, Rudi Garcia, kepada Rai Sport.

"Fiorentina mencetak gol melalui peluang pertama mereka. Tapi, itulah sepakbola. Pada pertandingan sistem gugur, tajam di depan gawang itu penting," tambahnya.

"Tak ada yang perlu saya katakan kepada para pemain saya. Mereka sudah memberikan semua yang mereka miliki malam ini," kata Garcia.

Kekalahan ini membuat krisis kemenangan Roma pada tahun 2015 berlanjut. Dalam tujuh pertandingan yang mereka jalani sejak pergantian tahun, Roma cuma menang dua kali. Dalam lima laga lainnya, Francesco Totti dan kawan-kawan empat kali seri dan sekali kalah.

"Pada saat ini kami kebobolan terlalu banyak gol dan tak terlalu tajam di lini serang. Kami juga memiliki pilihan yang lebih sedikit," kata Garcia.

Usai tersisih dari Coppa Italia, Roma masih akan tampil di dua kompetisi lainnya. Mereka tengah berusaha mengejar Juventus di Serie A dan masih bertahan di babak 32 besar Liga Europa.

"Sekarang kami harus langsung kembali bekerja. Kami masih punya Serie A dan Liga Europa, itulah dua hal yang tersisa," ujar Garcia.

Selasa, 03 Februari 2015

Drogba Pastikan Masih di Chelsea pada Musim Depan



indolivescore77.blogspot.com - Penyerang veteran Chelsea Didier Drogba bicara mengenai masa depannya. Drogba memastikan dirinya masih akan bermain untuk klubnya di musim depan.

Pesepakbola berusia 36 tahun itu kembali ke London Barat pada musim lalu dengan ikatan kontrak yang habis pada akhir musim ini. Sudah enam gol diciptakan Drogba dalam 27 penampilannya di seluruh kompetisi.

Drogba sadar benar bahwa dirinya kini bukan pemain utama The Blues dan penyerang pilihan ketiga di belakang Diego Costa dan Loic Remy. Meski begitu, rupanya hal itu bukan masalah bagi eks pemain internasional Pantai Gading ini.

"Musim depan, aku masih akan menjadi seorang pemain Chelsea," seru Drogba kepada Telefoot sebagaimana dilansir ESPNFC.

"Tentu saja, aku ingin bermain lebih banyak tapi bukan berarti aku tidak bahagia. Loic sudah bermain dengan baik."

Drogba berpeluang meraih medali juara Premier League keempatnya di musim ini. Ia menjadi salah satu kunci sukses The Blues memenangi titel liga beruntun di bawah asuhan Jose Mourinho di 2004-05 dan 2005-06 serta 2009-10 ketika dilatih Carlo Ancelotti.

Chelsea Lepas Schuerrle ke Wolfsburg



indolivescore77.blogspot.com - Andre Schuerrle resmi meninggalkan Chelsea. Penyerang internasional Jerman itu kembali ke Bundesligauntuk memperkuat Wolfsburg.

Kepindahan Schuerrle diumumkan secara resmi oleh Wolfsburg. Pemain 24 tahun itu dikontrak sampai 2019 mendatang. Tak disebutkan secara spesifik nilai transfernya, tapi diperkirakan berkisar di angka 22 juta poundsterling.

Schuerrle sendiri memang beberapa waktu terakhir ini disebut-sebut bakal meninggalkan Stamford Bridge. Waktu bermain yang minim jadi salah satu faktor utama kepergiannya.

Musim ini dia tampil 14 kali di Premier League dan mencetak tiga gol. Namun tak satupun dari laga tersebut dijalani secara penuh dan hanya lima kali turun sebagai starter.

Faktor lain yang jadi alasan kepergian Schuerrle adalah kedatangan Juan Cuadrado. Chelsea diketahui sudah bersepakat dengan Fiorentina untuk kepindahan winger asal Kolombia itu dan diperkirakan segera menuntaskan transfernya.

Chelsea Dapatkan Cuadrado



indolivescore77.blogspot.com - Chelsea telah resmi mendapatkan Juan Cuadrado. The Blues sudah merampungkan proses transfer winger internasional Kolombia itu dari Fiorentina.

Chelsea dilaporkan harus membayar 33 juta euro kepada Fiorentina demi memboyong Cuadrado ke Stamford Bridge. Sebagai bagian dari kesepakatan dengan Fiorentina, Chelsea akan meminjamkan Mohamed Salah hingga akhir musim ini. Akan tetapi, hingga saat ini Chelsea maupun Fiorentina belum mengonfirmasi peminjaman Salah.

Cuadrado telah menandatangani kontrak berdurasi empat setengah tahun dengan Chelsea.

"Saya sangat bahagia dan berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya ini," ujar Cuadrado di situs resmi Chelsea.

"Ini adalah klub besar dan jujur saja rasanya seperti mimpi bisa bergabung dengan keluarga Chelsea dan mengetahui bahwa manajer yakin dengan saya. Saya senang," katanya.

Chelsea mengumumkan perekrutan Cuadrado tak lama setelah mereka melepas Andre Schuerrle. Schuerrle telah kembali ke Bundesliga dan bergabung dengan Wolfsburg

Minggu, 01 Februari 2015

Ramos Santai soal Kontrak, Tegaskan Kesetiaan pada Madrid


indolivescore77.blogspot.com - Sergio Ramos mengaku santai terkait kontrak barunya dengan Real Madrid. Satu hal yang pasti adalah bek internasional Spanyol itu ingin terus membela El Real.

Masa depan Ramos belakangan mulai santer dispekulasikan setelah dikabarkan menolak tawaran kontrak baru pertama yang diajukan Madrid. Menurut rumor yang berkembang, Ramos tidak puas dengan bayarannya.

Walhasil, pesepakbola berusia 28 tahun itu menciptakan spekulasi yang mengaitkan dia dengan klub-klub top Premier League seperti Arsenal, Chelsea, Manchester City, dan Manchester United. 

Akan tetapi, Ramos, yang kontraknya baru akan habis pada musim panas 2017, tampaknya akan menampik minat dari klub-klub lain.

"Kami belum bicara tentang perpanjangan apapun dengan klub," sahut Ramos yang dilansir dari situs resmi Madrid. "Aku masih punya sisa dua tahun."

"Sekarang aku lebih bahagia daripada sebelum-sebelumnya karena aku tidak bisa membayangkan diriku berseragam klub lain daripada ini," sambung dia.

Leverkusen Berimbang 0-0, Dortmund Masih di Posisi Terbawah



indolivescore77.blogspot.com - Satu angka dibawa pulang Borussia Dortmund dalam lawatannya ke markas Bayer Leverkusen. Kedua tim hanya bermain imbang 0-0 dalam pertandingan di Bay Arena, yang tuntas Minggu (1/2) dinihari WIB.

Hasil ini belum mampu memperbaiki posisi Dortmund yang masih menghuni peringkat terbawah dengan koleksi 16 poin dari 18 pertandingan. Sementara itu, Leverkusen di peringkat kelima dengan 29 poin.

Di babak pertama, Roberto Hilbert menciptakan peluang saat pertandingan baru memasuki menit kedua. Namun, sepakan Hilbert masih terlalu lemah sehingga diamankan kiper Roman Weidenfeller dengan mudah.

Serangan balasan Dortmund. Marcel Schmelzer kemudian mencoba peruntungannya dengan melepaskan tembakan jarak jauh. Namun, demikian tembakan Schmelzer mengarah ke pelukan Bernd Leno.

Peluang terbaik tercipta dari Gonzalo Castro di enam menit sebelum turun minum. Eksekusi Castro dari jarak dekat mentah setelah dihalau Mats Hummels tepat di garis gawang.

Belum bisa membuat gol, Dortmund lebih agresif di babak kedua. Ciro Immobile, melepaskan tembakan keras dari sudut sempit di dalam kotak penalti. Akan tetapi eksekusi Immobile itu bisa dibaca oleh Leno.

Castro membuang peluang emas ketika dia melambungkan bola di atas mistar gawang. Setelah itu, Nuri Sahin hampir mencetak gol di penghujung pertandingan tapi ia gagal menyambut bola yang dengan cepat melewati gawang.

Susunan Pemain

BAYER LEVERKUSEN: Leno, Hilbert, Spahic, Toprak, Wendell, Castro, Bender, Bellarabi, Calhanoglu (Rolfes 74'), Drmic (Brandt 69'), Kiessling.

BORUSSIA DORTMUND: Weidenfeller, Piszczek (Subotic 46'), Hummels, Sokratis, Schmelze, Ginter, Sahin, Reus, Kampl, Grosskreutz (Mkhitaryan 62'), Immobile (Ramos 81')

Klopp Sangat Puas dengan Performa Dortmund


indolivescore77.blogspot.com - Borussia Dortmund hanya mampu bermain imbang tanpa gol dalam lawatannya ke kandang Bayer Leverkusen. Juergen Klopp mengaku senang dengan performa Dortmund seraya menuntut stabilitas dari timnya.

Bertandang ke BayArena dalam pertandingan yang berakhir Minggu (1/2/2015) dinihari WIB, Dortmund bermain lebih efisien dibanding Levekrusen.

Statistik Whoscored mencatat, Dortmund menghasilkan 10 percobaan (2 on target) dengan 41 persen penguasaan bola. Sedangkan Leverkusen menciptakan tujuh peluang (3 on target) dengan 59 persen penguasaan bola.

Meski begitu, satu angka yang dibawa pulang Dortmund belum sanggup mengangkat mereka dari zona degradasi. 'Si Kuning-Hitam' masih terpuruk di dasar klasemen dengan perolehan 16 poin dari 18 pertandingan.

"Kami masih dalam perjuangan menghindari degradasi dan di situ tidak ada ruang untuk sepakbola sampanye," ucap pelatih Dortmund itu yang dilansirReuters.

"Saya benar-benar puas dengan penampilan kami hari ini. Ini adalah sebuah langkah kecil dan kami butuh stabilitas."

Rudi Garcia Cari Pengganti Mattia Destro


www.indolivescore77.blogspot.com - Keinginan merekrut pengganti Mattia Destro sebelum tutup jendela transfer musim dingin diungkapkanRudi Garcia.
Penyerang AS Roma hengkang ke klub rival Serie A, AC Milan, dengan status pinjaman dan potensi dipermanenkan. Kepergian Destro membuat kedalaman skuat di lini depan berkurang dan Garcia memastikan akan memboyong pengganti, namun saat ini Roma harus fokus ke laga kontra Empoli di Stadio Olimpico, Sabtu (31/1).
“Kami akan merekrut striker untuk menggantikan Mattia Destro,” kata Garcia.
“Klub harus memboyong pemain berguna yang akan menambah sesuatu di klub. Ada banyak pembicaraan mengenai transfer saat ini, tapi pemain tahu mereka harus fokus ke Empoli.”
Roma tertinggal tujuh poin dari pemimpin tabel, Juventus, setelah rangkaian empat hasil imbang di lima pertandingan liga. Meski di atas kertas diunggulkan, Garcia mewanti-wanti ancaman yang diberikan Empoli.
“Kami dalam perburuan tiga gelar dan angka tidak berbohong. Jangan lupakan apa yang telah kami raih. Empoli tim yang paling terorganisasi di liga, kami bekerja dengan baik untuk membungkam mereka di dua pertandingan terakhir.
“Kami harus waspada dalam situasi bola mati dan menyerang di momen tepat untuk mencetak gol.”

Matic Sebut Chelsea Kelelahan, Saat Bermain Imbang dengan City


indolivescore77.blogspot.com - Chelsea hanya meraih hasil imbang 1-1 saat berhadapan dengan Manchester City. Gelandang Chelsea Nemanja Matic menilai timnya merasa kelelahan dalam pertandingan tersebut.

Menjamu City di Stamford Bridge, Sabtu (31/1/2015), Chelsea membuka keunggulan lebih dulu setelah Loic Remy mencetak gol di di menit ke-41. Namun jelang berakhirnya babak pertama, City menyamakan kedudukan lewat sontekan David Silva.

Di babak kedua, Chelsea tak banyak menciptakan peluang. Bahkan tak ada tembakan yang dilepaskan oleh Eden Hazard dkk. di paruh kedua. Sepanjang 90 menit, Chelsea cuma melepaskan tiga tembakan.

Matic menyebut bahwa permainan Chelsea di laga melawan City dipengaruhi oleh faktor kebugaran. Gelandang asal Serbia itu menilai Chelsea kelelahan setelah bermain sampai 120 menit melawan Liverpool di semifinal Piala Liga Inggris empat hari sebelum menjamu City.

"Khususnya di 20 menit terakhir pertandingan, kami merasa sedikit lelah tapi saya senang karena setiap pemain memberi 100 persen. Sulit untuk berlari dengan pemain-pemain City karena mereka lebih segar daripada kami," sahut Matic kepada Sky Sports News.

Kendati demikian, Matic menilai imbang adalah hasil yang adil untuk kedua tim. Hasil ini sekaligus menjaga selisih poin kedua tim di klasemen tetap lima angka.

"Sejujurnya kami mengharapkan tiga poin dari hari ini, tapi jika Anda melihat seluruh pertandingannya, saya pikir imbang adalah hasil yang bagus untuk kedua tim," lanjut Matic.

"Kami punya beberapa peluang, mereka punya beberapa peluang, dan sekarang sama, selisih lima poin. Kami senang karena itu dan saya harap kami akan terus melaju," lugasnya.

Manchester City, Pellegrini Yakin Chelsea Masih Bisa Dikejar



indolivescore77.blogspot.com - Manajer Manchester City, Manuel Pellegrini, tak begitu mempersoalkan selisih lima poin dengan Chelsea saat ini. Karena musim masih panjang, Pellegrini yakin City bisa mengejar Chelsea di puncak klasemen.

Selisih lima poin itu tetap terjaga setelah City hanya mampu main imbang saat tandang ke Stamford Bridge, Minggu (1/2/2015) dinihari WIB. City tertinggal lebih dulu lewat gol Loic Remy di menit ke-41, sebelum empat menit setelahnya menyamakan skor lewat David Silva.

City saat ini punya 48 poin dari 23 laga, kalah lima angka dari Chelsea dengan 55 poin di puncak klasemen. Dengan 23 pekan berjalan, peluang kedua tim untuk menjuarai Premier League masih terbuka lebar.

Maka wajar jika Pellegrini tak terlalu khawatir timnya gagal menang di kandang Chelsea, karena masih ada 45 poin yang bisa dikejar oleh timnya untuk memangkas selisih angka dengan rivalnya itu.

Apalagi dua titel Premier League City juga direbut setelah mereka tertinggal cukup jauh dari lawan-lawannya. Di musim 2011/2012, City saat itu sempat tertinggal delapan angka dari Manchester United sampai mendekati April, sebelum jadi juara dengan dramatis di detik-detik terakhir pekan ke-38.

Sementara musim lalu mereka hanya butuh tiga pekan terakhir untuk dapat menyalip Liverpool, yang sebenarnya lebih berpeluang juara usai mengalahkan City 3-2, di puncak klasemen dan jadi juara.

"Penting untuk mencoba memangkas jarak poin itu hari ini. Kami sudah mencoba tapi kami tidak bisa - tapi k ami masih punya 45 poin untuk didapat. Saya katakan ini adalah laga penting tapi bukan final," ujar Pellegrini di Mirror.

"Kami masih punya waktu untuk mengejar selisih lima poin itu dan jika kami bermain terus seperti hari ini, maka akan lebih mudah melakukannya," sambungnya.

Selasa, 27 Januari 2015

Cara-cara yang Tepat dalam Merekrut Pemain Muda

thumbnailGetty Images/Denis Doyle
Wonderkid, istilah keren untuk para pemain muda berbakat, banyak yang awalnya meroket untuk kemudian tiba-tiba menghilang bak ditelan bumi. Lalu kapan waktunya dan seperti apa caranya, yang tepat merekrut para calon superstar itu?

Sepakbola bukanlah olahraga utama Amerika Serikat. Namun mereka pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia. Tak hanya itu, AS juga pernah memiliki seorang pemain ajaib berusia 14 tahun, namanya Freddy Adu. Di usia semuda itu, Adu sudah mendapatkan pengakuan sebagai The Next Pele. Adu juga disebut sebagai The Next Maradona.

Tak tanggung-tanggung, pengakuan tersebut juga Adu dapatkan dari Pele sendiri. Legenda bernama lengkap Edson Arantes do Nascimento tersebut yakin bahwa Adu dapat mengikuti jejaknya. Ketika pada akhirnya Adu terbukti gagal memenuhi ekspektasi, Pele hanya berkata bahwa hal tersebut dapat terjadi kepada banyak pemain.



Nasib Adu, bagaimanapun, masih terhitung baik. Ia masih aktif bermain. Bandingkan peruntungan Adu dengan apa yang terjadi kepada Philip Osondu dari Nigeria, William de Oliveira (Brasil), Nii Lamptey (Ghana), James Will (Skotlandia), dan Mohammed al-Khatiri (Oman). Anda mungkin bertanya-tanya siapa mereka.

Tak perlu berkecil hati jika Anda tidak mengenal salah satu atau semua nama itu. Karena mereka, sekarang ini, bukan siapa-siapa di dunia sepakbola. Jangankan menjadi bintang. Masih bermain seperti Adu pun mereka tidak. Padahal, semua nama yang disebutkan tersebut adalah peraih bola emas di Piala Dunia U-17.

Mengapa mereka, para calon bintang dengan bakat besar, para calon bintang dengan modal banyak dukungan serta pengakuan nyata, tidak berhasil memenuhi ekspektasi? Mengapa James Will, penjaga gawang yang berhasil menjadi pemain terbaik Piala Dunia U-17, kini berkarier sebagai polisi? Mengapa ia menangkap pelaku kejahatan dan menjaga keamanan daerahnya, bukan menangkap bola dan menjaga gawang?

Ekspektasi berlebihan adalah jawabannya. Potensi mereka sebenarnya tidak besar. Hanya saja masyarakat melihatnya demikian. Dan ketika pada akhirnya harapan mereka tidak terpenuhi, para pemain lah yang disebut tidak mampu memenuhi ekspektasi.

Kualitas permainan seorang remaja tidak dapat dengan baik menggambarkan kualitas permainan yang akan ia miliki di puncak karirnya. Simon Kuper dan Stefan Szymanski, lewat buku karangan keduanya yang diberi judul Soccernomics, mengingatkan kita semua bahwa hanya sedikit dari para pemain bintang kelas dunia yang mencapai puncak sebelum berusia 18 tahun.

Tiga contoh yang diberikan oleh Kuper dan Szymanski adalah Pele, Maradona, dan Wayne Rooney. Kebanyakan pemain sepakbola bergerak mendekati puncak seiring dengan pergerakan menuju kedewasaan. Karenanya, bukan hal yang tepat menilai potensi seorang pemain ketika pemain tersebut belum dewasa.

Mementingkan Hak Ekonomi Ketimbang Prestasi

thumbnail

Sporting Lisbon merasa rugi. Klub Portugal itu nyatanya hanya mendapat bagian 25 persen dari total nilai transfer Marcos Rojo ke Manchester United. Padahal, Benfica merasa bahwa merekalah yang paling berperan dalam mengorbitkan bakat Rojo.

Presiden Sporting, Brune de Carvalho, mencak-mencak karena dari 16 juta poundsterling mereka kebagian empat juta saja. Carvalho pun menyalahkan sistem kepemilikan ketiga atau third party ownership (TPO). Menurutnya, TPO pada akhirnya akan menjadi ancaman yang bisa merusak keuangan klub, integritas sepakbola, dan menimbulkan risiko peningkatan pengaturan skor.

Beberapa waktu ke belakang, isu kepemilikan pihak ketiga kian menghangat. Isu ini mulai menarik perhatian saat Carlos Tevez dan Javier Mascherano bergabung bersama West Ham United pada 2006. Saat itu pula klausul kontraknya mulai terbongkar. Tevez dan Mascherano diketahui dimiliki oleh investor TPO, Media Sports Investments, yang dipimpin oleh Kia Joorabchian.

Apa sebenarnya TPO?

Berawal dari Kondisi Finansial

TPO merupakan kondisi di mana ada pihak lain di luar sepakbola yang memiliki bagian atas hak ekonomi (economic rights) pesepakbola. Mereka bukan sponsor karena mendapat keuntungan dari penjualan pemain. Istilah yang lebih cocok untuk digunakan adalah investor karena sifatnya yang spekulatif. 

Pada awalnya semua berawal saat kebutuhan jauh lebih tinggi dari apa yang dimiliki. Klub menginginkan pemain hebat, tapi tak cukup kuat untuk membayar uang transfer ataupun menggaji mereka. Maka, tawaran pun muncul dari pihak ketiga, yang bisa berupa agen, perusahaan manajemen olahraga, atau bahkan yang sama sekali tak terkait dengan sepakbola.

Juan Roman Riquelme, Seniman Jenius di Lapangan Hijau

thumbnail

Juan Roman Riquelme, dengan perubahan yang banyak terjadi di permainan sepakbola mungkin sulit menjelaskan kepada generasi mendatang soal seberapa hebat pemain ini. Sulit untuk meyakinkan kepada anak-anak yang tidak pernah melihatnya secara langsung, bahwa Riquelme adalah salah satu seniman jenius di lapangan sepakbola.

Riquelme tidak seperti Messi yang bisa dengan melewati hadangan lima pemain bertahan lawan sekaligus, atau Cristiano Ronaldo yang memiliki tubuh sangat sempurna untuk menjadi pemain sepakbola. Namun, Riquelme, adalah pemain jenius yang bisa membuat permainan sepakbola semain indah. Mungkin kalimat dari Jorge Valdano bisa sedikit menggambarkan kejeniusan Riquelme:

"Jika kami harus berjalan dari A ke B, semua orang akan masuk tol dan sampai ke tujuan secepat mungkin, kecuali Riquelme. Dia akan memilih jalan yang berkelok-kelok di pegunungan yang akan menghabiskan waktu enam jam lamanya. Tapi dengan itulah dia akan mengisi mata kita dengan pemandangan yang serba indah."

Riquelme memutuskan untuk mengakhiri kariernya sebagai pemain bola pada 25 Januari kemarin. Selanjutnya, dia mengaku ingin menjadi suporter saja seraya mendukung tim dari satu tribun ke tribun lain.

Sulit untuk menemukan pemain yang memiliki tipe serupa Riquelme saat ini. Beruntunglah bagi anda yang sempat menikmati karya seni Riquelme di masa lalu. Berikut kami hadirkan infografis tentang seniman jenius

Riquelme, Playmaker Klasik yang Ditolak Eropa

thumbnail
"Nomor punggung 10 Boca Juniors adalah milik saya,” ujar seorang Juan Roman Riquelme ketika ia sempat menerima penolakan dari pejabat Boca Juniors untuk kembali ke klub tersebut.

“Ketika ada pemain lain yang bisa mendapatkan lebih dari tiga Piala Libertadores bersama Boca, maka barulah mereka bisa mengklaim nomor tersebut.”

Riquelme memang bukan Diego Maradona. Namun, dalam urusan mengenangjersey bernomor punggung legendaris yang kerap diidentikkan dengan seorang pengatur serangan (playmaker) yang handal, nama Riquelme tak kalah harumnya di tanah Amerika Latin sana.

Sosoknya yang sering berlari dengan kecepatan lambat, seolah menolak untuk ikut arus sepakbola modern yang menyaratkan bahwa ia harus dimainkan oleh atlet super fit yang mampu memainkan pressing tinggi, berlari sekencang mungkin, atau berdaya jelajah super.

Di antara playmaker lainnya, terutama yang berada di Eropa, Riquelme memang terlihat seperti seorangplaymaker klasik yang didatangkan dari era ketika menikmati cerutu dan minum anggur masih menjadi norma bagi kebanyakan pemain.

Namun apa sebenarnya playmaker klasik dan apa yang membedakannya dari yang “modern”?

Playmaker sendiri sering didefinisikan sebagai pemain yang memiliki daya kreativitas tinggi. Beberapa pengamat sepakbola menyebutkan playmaker adalah pemain yang berposisi di sentral lapangan tengah. Teori ini benar karena memang rata-rata playmaker adalah seorang gelandang.

Namun, ada sebuah aliran mengenai playmaker, bahwa dia bukan posisi melainkan peran. Playmaker adalah pemain yang paling menentukan permainan dengan banyaknya melakukan sentuhan dengan bola dan harus memilik keterampilan Individu dengan atau tanpa bola.

Salah satunya taktik sepakbola adalah masalah aksi dan reaksi, yang terus berubah dan terus berkembang dalam inovasi permainan. Lalu ketika metode permainan tampak telah mengambil alih dunia, dipuja, dan kadang dianggap bisa mengalahkan segalanya, maka seorang playmaker pun bisa berubah perannya.

Scudetto Serie A Bukan Hanya Milik AS Roma

Scudetto Serie A Bukan Hanya Milik AS Roma


www.indolivescore.com – Legenda AC Milan, Zvonomir Boban, berpendapat perburuan gelar Serie A telah berakhir dan Roma tak mungkin memenangkannya.
Giallorossi kini tertinggal tujuh poin dari Juventus setelah gagal meraih poin penuh di Fiorentina. Sementara itu, Juventus terus melaju dan mengalahkan Chievo di Turin.
“Anda harus sadar, hampir tidak mungkin bagi Roma untuk memenangkan Scudetto,” ujar Boban pada Sky. “Itu akan jadi keajaiban kalau melihat keadaan sekarang. Juve semakin kuat dan utamanya, makin fokus.”
“Motivasi mereka? Antonio Conte, semua orang ingin menunjukkan kalau bukan hanya Conte yang membawa Juventus ke puncak. Para pemain, klub, dan pelatih baru telah melewati banyak halangan, untuk hal ini, mereka harus berterima kasih pada Conte.”

Pippo Inzaghi Yakin Milan Tak Perlu Perombakan Besar

Pippo Inzaghi Yakin Milan Tak Perlu Perombakan Besar

www.indolivescore.com – Pelatih AC Milan Pippo Inzaghi mengakui pihaknya tidak perlu merombak tim dengan belanja besar-besaran pasca-dikalahkan Lazio 3-1 di lanjutan Serie A Italia.
Marco Parolo mencetak sepasang gol di laga itu setelah sebelumnya Rossoneri unggul lebih dulu melalui aksi dari Philippe Mexes, yang juga diganjar kartu merah atas sikap tak terpujinya di laga ini.
“Sungguh performa buruk, namun para pemain telah memberikan yang maksimal dan tentu saja mereka tidak setengah-setengah. Pertandingan mulanya berjalan di jalur yang tepat ketika kami memimpin, tapi kami berusaha keluar dari tekanan Lazio,” papar Inzaghi kepada Sky Sport Italia.
“Sekarang kami hanya perlu terus bekerja dan menatap laga berikutnya, kami akan menghadapi Lazio lagi pada Selasa depan di Coppa Italia.”
“Saya yakin tim ini bisa kembali bermain lebih baik, sebagaimana kami sebulan yang lalu. Selama tiga sampai empat laga terakhir kami tidak bermain gemilang, tapi kami berusaha membuat para pemain mengerahkan kemampuan terbaiknya.”
“Mudah saja mengatakan kami harus merombak segalanya. Kami cukup mengubah beberapa hal, jadi kami akan menganalisis pertandingan, menyaksikannya kembali dan melihat apa yang diperlukan,” tandasnya.